Halokaltara

PDP Meninggal di Kaltara Bertambah, Hasil Rapid Test Positif

JURU bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kaltara, Agust Suwandy menggelar konferensi pers secara live di media sosial, Selasa (14/4).

TANJUNG SELOR – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kalimantan Utara, kembali menerima laporan adanya satu warga dengan status pasien dalam pengawasan (PDP), meninggal dunia, Selasa (14/4).

Pasien tersebut merupakan warga Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, yang dirawat di RSD dr Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor sejak Senin (13/4). Pasien jenis kelamin perempuan berusia 52 tahun itu, kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kaltara, Agust Suwandy, memiliki penyakit penyerta yaitu diabetes melitus dan sindroma obstruksi pasca tuberculosis.

Dari hasil pemeriksaan radiologi pun, kata dia, terdapat pneumonia. Dan, hasil rapid test pun dinyatakan positif. “Untuk penanganan jenazah sampai pemulsaran dan pemakaman, dilakukan dengan mengikuti protokol yang sudah ditetapkan,” ujarnya melalui konferensi pers di media sosial.

Sementara itu, terkait jumlah orang dalam pemantauan (ODP), Agust menyebut hingga hari ini sebanyak 183 orang; Tarakan 84 orang, Malinau 20 orang, Nunukan 34 orang, Tana Tidung 20 orang, dan Bulungan 25 orang.

Sedangkan orang tanpa gejalan (OTG) sebanyak 166 orang; Tarakan 110 orang, Malinau 1 orang, Nunukan 20 orang, Tana Tidung nihil, Bulungan 35 orang. “Beberapa di antaranya sudah selesai menjalani pemantauan,” ujarnya.

Untuk jumlah PDP, Agust menyebutkan, sebanyak 31 orang; Tarakan 7 orang, Malinau 8 orang, Nunukan 5 orang, Tana Tidung 2 orang, dan Bulungan 9 orang. “Kasus positif tidak ada penambahan, karena belum ada hasil dari BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya. Masih 16 orang (positif),” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan, dr. Heriadi mengatakan, pasien tersebut sudah diambil sampel swabnya, karena mengarah ke positif dari hasil rapid test.

“Karena yang bersangkutan tidak menyebutkan itu selama kita tanyain (riwayat perjalan, Red) kemarin, jadi kita tunggu saja hasil uji lab dari BBLK Surabaya,” ujarnya, dikutip dari Kayantara. (red)

Leave a Comment